PERAN PEMBELAJARAN IPS DALAM MENANAMKAN NILAI NASIONALISME PADA SISWA

Main Article Content

Refmi Yulina

Abstract

Nilai nasionalisme merupakan fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus ditanamkan sejak dini melalui jalur pendidikan formal. Di era globalisasi, rasa cinta tanah air generasi muda menghadapi tantangan serius dari pengaruh budaya asing, individualisme, dan melemahnya kesadaran kebangsaan. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki kedudukan strategis sebagai wahana penanaman nilai-nilai kebangsaan, termasuk nasionalisme, karena kandungan materinya yang erat berkaitan dengan sejarah, budaya, dan kehidupan sosial bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pembelajaran IPS yang menanamkan nilai nasionalisme, menganalisis respons siswa terhadap pembelajaran tersebut, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dalam implementasinya, serta merumuskan model pembelajaran IPS berbasis kontekstual yang efektif untuk menanamkan nasionalisme di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian adalah SMP yang berada di lingkungan perkotaan dengan keberagaman latar belakang siswa yang tinggi. Subjek penelitian meliputi tiga guru IPS, satu kepala sekolah, dan dua belas siswa dari berbagai tingkatan kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai nasionalisme dalam pembelajaran IPS dilaksanakan melalui lima strategi utama, yaitu pembelajaran materi sejarah perjuangan bangsa secara kontekstual, penguatan sikap menghargai keberagaman budaya, pembinaan cinta produk dan budaya lokal, pembiasaan disiplin dan tanggung jawab sosial, serta integrasi kegiatan proyek kebangsaan. Respons siswa secara umum positif, meskipun terdapat kendala seperti rendahnya minat membaca sejarah dan keterbatasan media pembelajaran. Novelty penelitian ini berupa model pembelajaran IPS kontekstual berbasis nilai nasionalisme yang relevan dengan karakter siswa era globalisasi dan dapat diimplementasikan secara praktis di tingkat sekolah menengah pertama.


Kata Kunci: IPS; Nasionalisme; Siswa; Pembelajaran; Pendidikan Karakter


 

Article Details

Section

Articles