Pemahaman Konseptual Dalam Kurikulum Merdeka : Dalam Tinjauan Evaluasi Pendidikan Sains

Main Article Content

Naintyn Novitasari
Syukri Hamzah
Rendy Wikrama Wardana

Abstract

The purpose of this article is to synthesize conceptual understanding in the independent curriculum in terms of science education evaluation. Implementation of the Independent Curriculum focuses on acquiring contextual knowledge in each field and environment. The curriculum seeks to develop students' evaluation skills in three areas: attitudes, technical skills, and scientific knowledge. It is based on two layers of competencies: core and basic competencies. Core Competencies in the Merdeka Curriculum represent the level of ability to achieve graduate competency standards for a student at each grade level. There are four mandatory core competencies for all levels of education and all subjects including science, spiritual ones, social competencies, knowledge and skills. In terms of knowledge competency, conceptual understanding is an inseparable part of science concepts because conceptual understanding is a basic competency in science learning. This competency is part of the science graduation standards listed in Ministry of Education and Culture article number 20 of 2016. Therefore, students need conceptual understanding to learn science successfully.

Article Details

How to Cite
Novitasari, N., Hamzah, S., & Wikrama Wardana, R. (2026). Pemahaman Konseptual Dalam Kurikulum Merdeka : Dalam Tinjauan Evaluasi Pendidikan Sains. INNOVATIVE SCIENCE AND TECHNOLOGY LEARNING JOURNAL, 1(2), 56–62. Retrieved from https://ejournal.denusantara.id/index.php/istlj/article/view/184
Section
Articles

References

Ambarawati, D. S. H. E., Muslim, M., & Hernani, H. (2021). Analisis Kemampuan Argumentasi Siswa SMP pada Materi Pencemaran Lingkungan. INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA, 10(1), 13–17. https://doi.org/10.20961/inkuiri.v10i1.29780

Astuti, I. A. D., & Bhakti, Y. B. (2021). Kajian Etnofisika Pada Tari Piring Sebagai Media Pembelajaran Fisika. SINASIS (Seminar Nasional Sains), 2(1), 477–482. http://www.proceeding.unindra.ac.id/index.php/sinasis/article/view/5387

Fiteriani, I. (2017). Studi komparasi perbedaan pengaruh pemahaman konsep dan penguasaan keterampilan proses sains terhadap kemampuan mendesain eksperimen sains. TERAMPIL: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 4(1), 47–80.

Fitri, H., Dasna, I. W., & Suharjo, S. (2018). Pengaruh Model Project Based Learning (PjBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Ditinjau dari Motivasi Berprestasi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual, 3(2), 201. https://doi.org/10.28926/briliant.v3i2.187

Fitriyah, C. Z., & Wardani, R. P. (2022). Paradigma Kurikulum Merdeka Bagi Guru Sekolah Dasar. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 12(3), 236–243.

Handika, I., & Wangid, M. N. (2013). Pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa kelas V. Jurnal Prima Edukasia, 1(1), 85–93.

Hasim, E. (2020). Penerapan kurikulum merdeka belajar perguruan tinggi di masa pandemi covid-19. E-Prosiding Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo.

Hermadilla, E. J., & Salim, T. A. (2022). Tinjauan literatur sistematis digitalisasi koleksi antikuariat di perpustakaan khusus. Berkala Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 18(1), 128–143.

Hierrezuelo-Osorio, J. M., Franco-Mariscal, A. J., & Blanco-López, Á. (2022). Uso de dilemas socio-científicos para el desarrollo de habilidades de pensamiento crítico en docentes en formación inicial. Percepciones del profesorado. Revista Interuniversitaria de Formación Del Profesorado. Continuación de La Antigua Revista de Escuelas Normales, 97(36.1). https://doi.org/10.47553/rifop.v97i36.1.92435

Life, W., & Instrument, Q. (2020). Kesahan dan Kebolehpercayaan Instrumen Kualiti Kehidupan Kerja Guru (Validity and Reliability of Teachers’ Working Life Quality Instrument). Jurnal Pendidikan Malaysia, 45(02), 1–12. https://doi.org/10.17576/jpen-2020-45.02-01

Lutfi, M. (2007). Hermeneutika: Pemahaman Konseptual dan Metodologis. Jurnal Nasional Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 22, 203–207.

Manalu, J. B., Sitohang, P., & Henrika, N. H. (2022). Pengembangan perangkat pembelajaran kurikulum merdeka belajar. Prosiding Pendidikan Dasar, 1(1), 80–86.

Maulida, U. (2022). Pengembangan modul ajar berbasis kurikulum merdeka. Tarbawi: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 5(2), 130–138.

Mubarok, H., Darnoto, D., & Mahendra, D. (2021). Aplikasi Asesmen HOTS Berbasis Android di SMK Al-Hidayah Jepara. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 12(3), 438–447.

Pendidikan, J. A., Universitas, P., Kuala, S., & Irwansyah, D. (2015). Hubungan Kecerdasan Kinestetik Dan Interpersonal Serta Intrapersonal. 3(1), 92–107.

Pratiwi, I. (2019). Efek program PISA terhadap kurikulum di Indonesia. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 4(1), 51–71.

Rahayu, R., Rosita, R., Rahayuningsih, Y. S., Hernawan, A. H., & Prihantini, P. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Penggerak. Jurnal Basicedu, 6(4), 6313–6319.

Rahmani, R., Abbas, M., & Alahyarizadeh, G. (2013). The Effects of Peer Scaffolding in Problem-based Gaming on the Frequency of Double-loop Learning and Performance in Integrated Science Process Skills. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 93, 1994–1999. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.10.154

Reksamunandar, R. P. (2020). Pengembangan Bahan Ajar berbasis Kontekstual untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Sains Dasar Mahasiswa. Jurnal Ilmiah Iqra’, 14(2), 205–222.

Rizal, M. (2014). Pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing dengan multi representasi terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep IPA siswa SMP. Jurnal Pendidikan Sains, 2(3), 159–165.

Rosari, I. (2019). Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Gaya Kognitif Spasial Terhadap Hasil Belajar Ikatan Kimia SMA. IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education, 1(2). https://doi.org/10.29300/ijisedu.v1i2.1966

Siahaan, K. W. A., Lumbangaol, S. T. P., Marbun, J., Nainggolan, A. D., Ritonga, J. M., & Barus, D. P. (2020). Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan multi representasi terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep IPA. Jurnal Basicedu, 5(1), 195–205.

Simatupang, E., & Yuhertiana, I. (2021). Merdeka belajar kampus merdeka terhadap perubahan paradigma pembelajaran pada pendidikan tinggi: Sebuah tinjauan literatur. Jurnal Bisnis, Manajemen, Dan Ekonomi, 2(2), 30–38.

Subagyo, Y., & Marwoto, P. (2009). Pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses sains untuk meningkatkan penguasaan konsep suhu dan pemuaian. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 5(1).

Tangkas, I. M. (2012). Pengaruh implementasi model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa kelas X SMAN 3 Amlapura. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran IPA Indonesia, 2(1).

Tondeur, J., Scherer, R., Baran, E., Siddiq, F., Valtonen, T., & Sointu, E. (2019). Teacher educators as gatekeepers: Preparing the next generation of teachers for technology integration in education. British Journal of Educational Technology, 50(3), 1189–1209. https://doi.org/10.1111/bjet.12748

Wibowo, A. M. (2012). Peningkatan pemahaman konsep sains di madrasah ibtidaiyah melalui perbaikan bahan ajar. Madrasah: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 4(2).

Wulandari, N., & Wulandari, N. (2016). Analisis Kemampuan Literasi Sains Pada Aspek Pengetahuan dan Kompetensi Sains Siswa SMP Pada Materi Kalor. EDUSAINS. https://doi.org/10.15408/es.v8i1.1762

Yanti, N. D., Betriana, F., & Kartika, I. R. (2020). Faktor Penyebab Stunting Pada Anak: Tinjauan Literatur. Real In Nursing Journal, 3(1), 1–10.

Yufiarti. (2018). Makna dan Implikasi Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Terhadap PAUD. In Profesionalitas Guru PAUD (pp. 1.1-134). Universitas Terbuka.

Yuliati, Y. (2017). Literasi Sains Dalam Pembelajaran IPA. Jurnal Cakrawala Pendas. https://doi.org/10.31949/jcp.v3i2.592